Relawan memberikan vaksin polio kepada seorang anak di Pakistan, Selasa (21/1). Tiga orang relawan tewas setelah diserang pemberontak Taliban jaringan Al-Qaeda.
Relawan memberikan vaksin polio kepada seorang anak di Pakistan, Selasa (21/1). Tiga orang relawan tewas setelah diserang pemberontak Taliban jaringan Al-Qaeda. (sumber: Aljazeera.com)
Karachi – Tujuh orang, termasuk di antaranya seorang bocah, tewas setelah sebuah bom meledak di Khyber Pakhtunkhwa, Distrik Charsadda, Pakistan, Rabu (22/1).
Saeed Wazir, pejabat senior kepolisian setempat menjelaskan, bom yang direkatkan di sebuah sepeda dan diledakkan lewat remote control itu sengaja ditujukan ke sebuah mobil van polisi yang tengah berpatroli. Peristiwa itu terjadi tak jauh dari pusat perbelanjaan. Enam polisi yang berada di van itu tewas seketika. Begitu juga seorang bocah yang kebetulan ada di sekitar situ.
Peristiwa tersebut hanya berselang sehari setelah tiga relawan medis untuk kegiatan pemberian vaksin polio kepada anak-anak di Karachi, Pakistan, diserang kelompok militan Taliban.
Mobil van polisi itu memang digunakan untuk menjaga jalannya kegiatan pemberian vaksin polio. Mobil itu berkeliling ke berbagai daerah untuk mengamankan pemberian vaksin.
Menurut Wazir, bom tersebut memiliki berat sekitar 5 kg dan dipasang di sebuah sepeda.
Zahid Ullah, pejabat senior Kementerian Kesehatan di Charsadda mengatakan, setidaknya delapan orang luka-luka dalam peristiwa itu.